Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Ketemu lagi di postingan baru, kali ini membahas soal overloadin pada OOP-PHP.
Overloading
Overloading di PHP menyediakan cara agar properti dan method dapat dibuat secara dinamis. Entitas dinamis ini diproses melalui method ajaib yang dapat dibangun di class untuk berbagai jenis tindakan.
Method overloading dipanggil saat berinteraksi dengan propertu atau method yang belum dideklarasikan atau tidak terlihat dalam baris program. Sisa dari bagian ini akan menggunakan istilah properti dan method yang tidak dapat diakses untuk merujuk pada kombinasi deklarasi dan visibilitas tersebut.
Semua method overloading harus didefinisikan sebagai public.
Berikut merupakan contoh pertama.
Dan ini adalah contoh kedua.
Kiranya sekian saja untuk postingan kali ini.
Mohon maaf karena banyak kekurangan dan terimakasih sudah berkunjung.
Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Senin, 24 Februari 2020
Praktikum 37 : OOP-PHP Auto Loading
Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Kita bertemu lagi di postingan baru, kali ini akan menjelaskan auto loading pada OOP-PHP.
Autoload
Banyak pengembang yang membuat aplikasi berorientasi objek membuat satu file sumber PHP per definisi Class. Salah satu gangguan terbesar adalah harus menulis daftar panjang yang diperlukan termasuk pada awal setiap skrip (satu untuk setiap class).
Di PHP 5, ini tidak lagi diperlukan. Fungsi spl_autoload_register() mendaftarkan sejumlah autoloader, memungkinkan class dan antarmuka dimuat secara otomatis jika mereka saat ini tidak didefinisikan. Dengan mendaftarkan autoloaders, PHP diberikan kesempatan terakhir untuk memuat class atau antarmuka sebelum gagal dan error.
Berikut merupakan contoh Autoload.
Object Interface
Object Interface memungkinkan kita membuat kode yang menentukan method mana yang harus diimplementasikan oleh suatu class, tanpa harus menentukan bagaimana mehod ini diterapkan.
Interface didefinisikan dengan cara yang sama seperti class, tetapi dengan kata kunci Interface menggantikan kata kunci class dan tanpa method apapun yang kontennya ditentukan.
Semua method yang dideklarasikan di Interface harus bersifat public. Ini adalah sifat Interface.
Perhatikan bahwa dimungkinkan untuk mendeklarasikan konstruktor di Interface, apa yang bisa berguna dalam beberapa konteks.
Implements
Untuk mengimplementasikan interface, operator implement digunakan. Semua method dalam interface harus diimplementasikan dalam class; error akan menghasilkan kesalahan fatal. Class dapat diimplement lebih dari satu interface jika diinginkan.
Berikut contoh Interface.
Berikut contoh Extendable Interface ke 1.
Berikut contoh Extendable Inteface ke 2.
Berikut contoh Interface With Constant.
Visibility
Visibilitas dari sebuah properti, method atau (pada PHP 7.1.0) sebuah konstanta dapat didefinisikan dengan mengawali deklarasi dengan kata kunci public, protected atau private.
Anggota class dideklarasikan public agar dapat diakses dimana saja. Anggota yang dinyatakan protected hanya dapat diakses di dalam class itu sendiri dan dengan mewarisi class induk. Anggota yang dinyatakan sebagai private hanya dapat diakses oleh class yang mendefinisikan anggotanya.
Property Visibility
Class property harus didefinisikan sebagai public, private, atau protected. Jika dideklarasikan menggunakan var, properti akan didefinisikan sebagai public.
Berikut contoh Property Declaration.
Method Visibility
Class method dapat didefinisikan sebagai public, private, atau protected. Method yang dinyatakan tanpa kata kunci akan didefinisikan sebagai public.
Berikut contoh Method Declaration.
Visibility Konstanta (Constant)
Pada PHP 7.1.0 konstanta class dapat didefinisikan sebagai public, private, atau protected. Konstanta yang dideklarasikan tanpa kata kunci didefinisikan sebagai public.
Berikut contoh Constant Declaration as of PHP 7.1.0
Visibility Dari Objek Lain
Objek dengan tipe yang sama akan memiliki akses satu sama lain, private dan protected meskipun bukan pada instance yang sama. Ini karena detail spesifik implementasinya sudah diketahui ketika berada di dalam objek tersebut.
Berikut contoh mengakses member private dari tipe objek yang sama.
Kiranya sekian saja postingan untuk kali ini.
Mohon maaf atas segala kekurangan postingan ini dan terimakasih sudah berkunjung.
Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Kita bertemu lagi di postingan baru, kali ini akan menjelaskan auto loading pada OOP-PHP.
Autoload
Banyak pengembang yang membuat aplikasi berorientasi objek membuat satu file sumber PHP per definisi Class. Salah satu gangguan terbesar adalah harus menulis daftar panjang yang diperlukan termasuk pada awal setiap skrip (satu untuk setiap class).
Di PHP 5, ini tidak lagi diperlukan. Fungsi spl_autoload_register() mendaftarkan sejumlah autoloader, memungkinkan class dan antarmuka dimuat secara otomatis jika mereka saat ini tidak didefinisikan. Dengan mendaftarkan autoloaders, PHP diberikan kesempatan terakhir untuk memuat class atau antarmuka sebelum gagal dan error.
Berikut merupakan contoh Autoload.
Object Interface
Object Interface memungkinkan kita membuat kode yang menentukan method mana yang harus diimplementasikan oleh suatu class, tanpa harus menentukan bagaimana mehod ini diterapkan.
Interface didefinisikan dengan cara yang sama seperti class, tetapi dengan kata kunci Interface menggantikan kata kunci class dan tanpa method apapun yang kontennya ditentukan.
Semua method yang dideklarasikan di Interface harus bersifat public. Ini adalah sifat Interface.
Perhatikan bahwa dimungkinkan untuk mendeklarasikan konstruktor di Interface, apa yang bisa berguna dalam beberapa konteks.
Implements
Untuk mengimplementasikan interface, operator implement digunakan. Semua method dalam interface harus diimplementasikan dalam class; error akan menghasilkan kesalahan fatal. Class dapat diimplement lebih dari satu interface jika diinginkan.
Berikut contoh Interface.
Berikut contoh Extendable Interface ke 1.
Berikut contoh Extendable Inteface ke 2.
Berikut contoh Interface With Constant.
Visibility
Visibilitas dari sebuah properti, method atau (pada PHP 7.1.0) sebuah konstanta dapat didefinisikan dengan mengawali deklarasi dengan kata kunci public, protected atau private.
Anggota class dideklarasikan public agar dapat diakses dimana saja. Anggota yang dinyatakan protected hanya dapat diakses di dalam class itu sendiri dan dengan mewarisi class induk. Anggota yang dinyatakan sebagai private hanya dapat diakses oleh class yang mendefinisikan anggotanya.
Property Visibility
Class property harus didefinisikan sebagai public, private, atau protected. Jika dideklarasikan menggunakan var, properti akan didefinisikan sebagai public.
Berikut contoh Property Declaration.
Method Visibility
Class method dapat didefinisikan sebagai public, private, atau protected. Method yang dinyatakan tanpa kata kunci akan didefinisikan sebagai public.
Berikut contoh Method Declaration.
Visibility Konstanta (Constant)
Pada PHP 7.1.0 konstanta class dapat didefinisikan sebagai public, private, atau protected. Konstanta yang dideklarasikan tanpa kata kunci didefinisikan sebagai public.
Berikut contoh Constant Declaration as of PHP 7.1.0
Visibility Dari Objek Lain
Objek dengan tipe yang sama akan memiliki akses satu sama lain, private dan protected meskipun bukan pada instance yang sama. Ini karena detail spesifik implementasinya sudah diketahui ketika berada di dalam objek tersebut.
Berikut contoh mengakses member private dari tipe objek yang sama.
Kiranya sekian saja postingan untuk kali ini.
Mohon maaf atas segala kekurangan postingan ini dan terimakasih sudah berkunjung.
Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Selasa, 11 Februari 2020
Praktikum 36 : OOP pada PHP
Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Halooo, bertemu lagi di postingan terbaru. Kali ini kita akan membahas soal OOP pada PHP. Apa sih OOP?
OOP adalah singkatan dari Object Oriented Programming atau yang lebih kita kenal sebagai PBO alias Pemrograman Berbasis Objek.
Yang kaya gimana tuh?
Jadi, OOP ini berbeda dengan pemrograman terstruktur. OOP ini menggunakan yang kita sebut sebagai class. Apa sih itu class? Class adalah sekumpulan objek yang memiliki atribut dan method.
OOP pada mata pelajaran PBO biasanya kita pakai dalam bahasa pemrograman Java. Tapi, karena ini web, maka kita akan menerapkan OOP dalam bahasa pemrograman PHP. Bagaimana sih OOP tuh? Yuk, mari dijelaskan di bawah ini.
Pertama, buat folder baru dengan nama OOP-PHP dan buat file Manusia.php
Kita membuat class Manusia dengan atribut jenis_kelamin, nama, dan tanggal_lahir. Dan kita juga membuat method bersuara()
Perbedaannya antara PHP dan Java adalah apabila pada Java untuk mendeklarasikan method menggunakan 'void' sedangkan pada PHP menggunakan 'function'.
Selanjutnya, kita membuat file baru, beri nama index.php dan buat code sebagai berikut.
Di awal kita memasukkan include file Manusia.php agar file index.php dapat mengambil data dari file tersebut.
Apabila di run maka yang muncul adalah nama dari objek Manusia tersebut. Silakan coba sendiri untuk melihat dan jangan lupa untuk menyalakan XAMPP terlebih dahulu ya!
Lalu misalnya kita ingin menambah function lain seperti ini:
Tambahkan code dibawah function yang pertama pada file Manusia.php dan buka file index.php untuk menambahkan juga pada echo atau outputnya seperti ini:
Selain itu mari kita coba menerapkan konsep inheritance atau pewarisan pada OOP-PHP ini. Apa itu pewarisan? Pewarisan adalah konsep menurunkan atribut dan sifat dari class induk atau superclass ke class anak atau subclass. Caranya pada PHP ini dengan memasukkan include superclass nya dan menambahkan code extends. Lengkapnya simak code berikut.
Pertama, buat file baru beri nama KelompokMakan.php
Dan tambahkan extends pada file Manusia.php
Lalu buka file index.php dan masukkan method pada echo nya sebagai berikut.
Menambahkan atribut dan method daripada objek seperti diatas dan apabila di run maka begini output nya.
Dan yang terakhir adalah studi kasus sebagai berikut.
Buat class baru dengan nama HewanPeliharaan yang terdiri dari atribut nama dan jenis dan method bersuara.
Berikut yang saya kerjakan untuk studi kasus ini.
File HewanPeliharaan.php
File running.php
Berikut merupakan outputnya.
Sudah sekian saja isi postingan kali ini. Mohon maaf banyak kekurangannya dan terimakasih sudah berkunjung~
Saya pamit, wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Halooo, bertemu lagi di postingan terbaru. Kali ini kita akan membahas soal OOP pada PHP. Apa sih OOP?
OOP adalah singkatan dari Object Oriented Programming atau yang lebih kita kenal sebagai PBO alias Pemrograman Berbasis Objek.
Yang kaya gimana tuh?
Jadi, OOP ini berbeda dengan pemrograman terstruktur. OOP ini menggunakan yang kita sebut sebagai class. Apa sih itu class? Class adalah sekumpulan objek yang memiliki atribut dan method.
OOP pada mata pelajaran PBO biasanya kita pakai dalam bahasa pemrograman Java. Tapi, karena ini web, maka kita akan menerapkan OOP dalam bahasa pemrograman PHP. Bagaimana sih OOP tuh? Yuk, mari dijelaskan di bawah ini.
Pertama, buat folder baru dengan nama OOP-PHP dan buat file Manusia.php
Kita membuat class Manusia dengan atribut jenis_kelamin, nama, dan tanggal_lahir. Dan kita juga membuat method bersuara()
Perbedaannya antara PHP dan Java adalah apabila pada Java untuk mendeklarasikan method menggunakan 'void' sedangkan pada PHP menggunakan 'function'.
Selanjutnya, kita membuat file baru, beri nama index.php dan buat code sebagai berikut.
Di awal kita memasukkan include file Manusia.php agar file index.php dapat mengambil data dari file tersebut.
Apabila di run maka yang muncul adalah nama dari objek Manusia tersebut. Silakan coba sendiri untuk melihat dan jangan lupa untuk menyalakan XAMPP terlebih dahulu ya!
Lalu misalnya kita ingin menambah function lain seperti ini:
Tambahkan code dibawah function yang pertama pada file Manusia.php dan buka file index.php untuk menambahkan juga pada echo atau outputnya seperti ini:
Selain itu mari kita coba menerapkan konsep inheritance atau pewarisan pada OOP-PHP ini. Apa itu pewarisan? Pewarisan adalah konsep menurunkan atribut dan sifat dari class induk atau superclass ke class anak atau subclass. Caranya pada PHP ini dengan memasukkan include superclass nya dan menambahkan code extends. Lengkapnya simak code berikut.
Pertama, buat file baru beri nama KelompokMakan.php
Dan tambahkan extends pada file Manusia.php
Lalu buka file index.php dan masukkan method pada echo nya sebagai berikut.
Menambahkan atribut dan method daripada objek seperti diatas dan apabila di run maka begini output nya.
Dan yang terakhir adalah studi kasus sebagai berikut.
Buat class baru dengan nama HewanPeliharaan yang terdiri dari atribut nama dan jenis dan method bersuara.
Berikut yang saya kerjakan untuk studi kasus ini.
File HewanPeliharaan.php
File running.php
Berikut merupakan outputnya.
Sudah sekian saja isi postingan kali ini. Mohon maaf banyak kekurangannya dan terimakasih sudah berkunjung~
Saya pamit, wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Senin, 03 Februari 2020
Praktikum 35 : Validasi
Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Kembali di postingan baru, kali ini akan membahas tentang validasi. Apa sih validasi? Kalian pasti sudah tidak asing dengan kata ini.
Valid adalah benar, akurat, dsb. Validasi adalah pembuktian bahwa sudah benar atau belum. Lalu bagaimana kita mengimplementasikannya ke dalam codingan-codingan kemarin?
Kita hanya akan menambahkan beberapa code di file v_tambah.php dan tambah.php
Validasi akan muncul sebagai alert / peringatan ketika inputan pada tambah data kosong atau tidak sesuai.
Buka file v_tambah.php dan tambahkan code ini diatas form atau disesuaikan posisinya dengan desain layout kalian.
Baris code ini digunakan untuk menampilkan pesan sukses yang berasal dari variable $success. Dan digunakan untuk melakukan validasi apabila variable $nis kosong, maka munculkan pesan error menggunakan function flash.
Setelah itu buka file tambah.php dan tambahkan @ di sebelum $ sebagai berikut.
Dan terakhir tambahkan kode ini sebelum kode untuk mengambil data kelas.
Kiranya segini saja postingan kali ini, mohon maaf banyak kekurangannya~
Terima kasih sudah berkunjung🤩
Wassalamu'alaikum warrahmatlahi wabarakatuh.
Kembali di postingan baru, kali ini akan membahas tentang validasi. Apa sih validasi? Kalian pasti sudah tidak asing dengan kata ini.
Valid adalah benar, akurat, dsb. Validasi adalah pembuktian bahwa sudah benar atau belum. Lalu bagaimana kita mengimplementasikannya ke dalam codingan-codingan kemarin?
Kita hanya akan menambahkan beberapa code di file v_tambah.php dan tambah.php
Validasi akan muncul sebagai alert / peringatan ketika inputan pada tambah data kosong atau tidak sesuai.
Buka file v_tambah.php dan tambahkan code ini diatas form atau disesuaikan posisinya dengan desain layout kalian.
Baris code ini digunakan untuk menampilkan pesan sukses yang berasal dari variable $success. Dan digunakan untuk melakukan validasi apabila variable $nis kosong, maka munculkan pesan error menggunakan function flash.
Setelah itu buka file tambah.php dan tambahkan @ di sebelum $ sebagai berikut.
Dan terakhir tambahkan kode ini sebelum kode untuk mengambil data kelas.
Kiranya segini saja postingan kali ini, mohon maaf banyak kekurangannya~
Terima kasih sudah berkunjung🤩
Wassalamu'alaikum warrahmatlahi wabarakatuh.
Langganan:
Komentar (Atom)

